Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Kue Kipo./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Merasakan nuansa Jogja masa lampau bukan hanya lewat bangunan lawas namun bisa dilakukan juga dengan menjajal jajanan tradisional tempo dulu.
Mencari jajanan tradisional tentunya harus ke pasar tradisional meski sebagian jajanan mesti mendatangi langsung penjualnya ke lokasi di luar pasar tradisional. Lantas apa saja jajanan tradisional khas Jogja itu, simak ulasannya berikut ini:
Bukan kue kepo tapi kipo, salah satu jajanan tradisional khas Jogja seukuran jempol ini terbuat dari ketan berisi enten-enten atau parutan kelapa dimasak dengan gula jawa dan proses pembuatannya ialah dipanggang.
Baca juga: Ini Dia Desa Wisata Adem di Lereng Merapi
Terdapat sebuah cerita asal nama dari kue favorit Sultan Agung, yakni dari sebuah pertanyaan berbahasa jawa "iki opo?" berarti ini apa, dari situlah kudapan ini kemudian diberi nama kipo, alias singkatan dari "Iki opo".
Tidak heran jika kue berwarna hijau kecokletan karena pewarna dari daun suji ini banyak ditemui di sekitar Pasar Kotagede, Yogyakarta. Berbekal uang Rp2.500 pembeli sudah dapat satu bungkus berisi lima buah kue kipo.
Jenang gempol, kudapan manis khas Jogja terbuat dari tepung beras dicampur parutan kelapa yang dibulatkan. Menikmati jenang gempol biasanya dipadukan dengan sumsum coklat dan siraman kuah santan.
Seporsi jenang gempol dihargai sekitar Rp5.000 bisa kamu temui pada pagi hari di Pasar Pathuk tepatnya di dekat pintu masuk utama barat atau Pasar Lempuyangan disisi selatan pasar. Sedangkan di daerah Sleman bisa kamu temui oleh penjual aneka jenang 13 rasa di lapangan Pemda Sleman tiap hari Sabtu dan Minggu pagi.
Seperti namanya Jadah Tempe adalah jajanan tradisional khas kawasan Gunung Merapi perpaduan antara jadah (ketan) dan tempe atau tahu bacem yang disantap bersama. Semula jadah tempe hanya kudapan sederhana bagi warga lokal namun semenjak Sultan Hamengkubuwono menjajal, dan ternyata menyukai kudapan ini, bahkan rela mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe hingga ke Kaliurang.
Salah satu pelopor yang kini begitu populer ialah Jadah Tempe Mbah Carik yang tersebar hampir di sepanjang Jalan Kaliurang, harga jualnya pun terjangkau yakni hanya Rp20,500 pembeli akan mendapatkan sepuluh jadah dan masing-masing lima tempe dan tahu bacem.
Jadah manten awalnya umum ditemui sebagai salah satu jenis makanan dalam rangkaian sesaji manten dan memiliki makna kedua mempelai bisa tetap lengket dan tak mudah dipisahkan baik dalam suka maupun duka, selayaknya tekstur jadah manten. Warga lokal sendiri lebih mengenalnya dengan sebutan Semar mendem.
Jadah manten diolah dari beras ketan kukus dengan isian daging ayam yang sudah dibumbui. Kemudian dibakar di atas api setelah di celupkan ke dalam telur yang sudah dikocok. Biasanya kudapan berbentuk persegi panjang disajikan dengan pegangan dari bilah bambu tipis untuk memudahkan saat disantap.
Salah satu penjual yang terkenal ialah jadah manten Mbah Ayu yang berlokasi di Jalan Suryowijayan MJ I/327, Gedongkiwo. Mbak Ayu sendiri sudah berjualan sejak era 1960-an.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Mobil bergetar saat berhenti, melaju, atau mengerem bisa menjadi tanda masalah mesin, ban, roda, transmisi hingga rem.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.