Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Wakil Ketua Kelompok Tani Salak Kusuma Mulya Sukorejo, Girikerto, Turi Sleman, Endang Setyomurni (kanan) mendampingi pengunjung yang sedang memetik salak sendiri di kebun, Jumat (22/10/2021) - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA—Sleman dikenal sebagai penghasil buah salak. Di wilayah ini, ada perkebunan yang tidak hanya menjual buahnya tetapi juga menawarkan sensasi petik langsung di kebun.
Di Dusun Sukorejo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tempatnya. Di sini ada Kelompok Tani Kusuma Mulya Sukorejo yang mengelola usaha perkebunan dan wisata kebun salak ini.
Wakil Ketua Kelompok Tani Kusuma Mulya Sukorejo Endang Setyomurni mengatakan di kebun salak ini wisatawan dapat menikmati suasana dingin khas lereng Merapi sembari memetik salak. Ada berbagai jenis salak yang ditanam, yakni salak madu, salak pondoh, dan salah gading.
Semua salak yang ditanam di kebun ini adalah salak organik sehingga bebas dari unsur kimia. Selain dijual buahnya, para petani salak di sini memang sudah mengolah sebagian kecil panenan menjadi makanan olahan. Seperti menjadi olahan dodol salak, karamel, hingga keripik.
Baca juga: Hotel Jadi Bisnis dengan Persaingan Usaha Paling Tinggi di Jogja
Wisatawan juga bisa menyaksikan batu-batu yang tertata rapi sebagai pagar kebun. Pagar alami itu dicat sehingga menarik hati. Ada pula spot jembatan bambu yang sengaja dibangun untuk area swafoto. Ada pula tempat cuci tangan di bagian kedatangan.
Pengunjung yang ingin menikmati buah salak di tempat bisa membayar Rp20.000/orang. Dengan biaya sebesar itu, mereka bisa memetik dan memakan buah salak sepuasnya selama dua jam. “Kalau mau bawa pulang, hitungannya beli kiloan,” kata Endang.
Model wisata kebun salak petik sendiri ini ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi konsumen. Jika selama ini konsumen hanya membeli salak yang sudah dikemas, di kampung Sukorejo ini mereka bisa memiliki pengalaman cara memetik salak yang benar, cara budidaya, bahkan seputar rantai pemasarannya.
Tertarik ke sini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.