Advertisement

Ingin Merasakan Sensasi Wisata Petik Salak Langsung dari Kebun? Ke Sini Saja!

Bernadheta Dian Saraswati
Jum'at, 10 Maret 2023 - 13:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ingin Merasakan Sensasi Wisata Petik Salak Langsung dari Kebun? Ke Sini Saja! Wakil Ketua Kelompok Tani Salak Kusuma Mulya Sukorejo, Girikerto, Turi Sleman, Endang Setyomurni (kanan) mendampingi pengunjung yang sedang memetik salak sendiri di kebun, Jumat (22/10/2021) - Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sleman dikenal sebagai penghasil buah salak. Di wilayah ini, ada perkebunan yang tidak hanya menjual buahnya tetapi juga menawarkan sensasi petik langsung di kebun. 

Di Dusun Sukorejo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tempatnya. Di sini ada Kelompok Tani Kusuma Mulya Sukorejo yang mengelola usaha perkebunan dan wisata kebun salak ini. 

Advertisement

Wakil Ketua Kelompok Tani Kusuma Mulya Sukorejo Endang Setyomurni mengatakan di kebun salak ini wisatawan dapat menikmati suasana dingin khas lereng Merapi sembari memetik salak. Ada berbagai jenis salak yang ditanam, yakni salak madu, salak pondoh, dan salah gading. 

Semua salak yang ditanam di kebun ini adalah salak organik sehingga bebas dari unsur kimia. Selain dijual buahnya, para petani salak di sini memang sudah mengolah sebagian kecil panenan menjadi makanan olahan. Seperti menjadi olahan dodol salak, karamel, hingga keripik.

Baca juga: Hotel Jadi Bisnis dengan Persaingan Usaha Paling Tinggi di Jogja

Wisatawan juga bisa menyaksikan batu-batu yang tertata rapi sebagai pagar kebun. Pagar alami itu dicat sehingga menarik hati. Ada pula spot jembatan bambu yang sengaja dibangun untuk area swafoto. Ada pula tempat cuci tangan di bagian kedatangan. 

Pengunjung yang ingin menikmati buah salak di tempat bisa membayar Rp20.000/orang. Dengan biaya sebesar itu, mereka bisa memetik dan memakan buah salak sepuasnya selama dua jam. “Kalau mau bawa pulang, hitungannya beli kiloan,” kata Endang.

Model wisata kebun salak petik sendiri ini ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi konsumen. Jika selama ini konsumen hanya membeli salak yang sudah dikemas, di kampung Sukorejo ini mereka bisa memiliki pengalaman cara memetik salak yang benar, cara budidaya, bahkan seputar rantai pemasarannya.

Tertarik ke sini?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Pemkab Sleman Upayakan Geopark Tunjang Perekonomian Masyarakat

Sleman
| Rabu, 24 Juli 2024, 10:57 WIB

Advertisement

alt

5 Cara Menata Laci Baju supaya Hemat Tempat dan Rapi

Lifestyle
| Selasa, 23 Juli 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement