Advertisement
Pelajar yang Berani Baca Puisi Bisa Gratis Masuk Destinasi Wisata Ini
Gunung Lushan di China. - Xinhua
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Lushan, situs Warisan Dunia UNESCO di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, menawarkan tiket masuk gratis bagi pelajar yang berhasil melafalkan mahakarya puisi 200 karakter karya Li Bai, "Balada Gunung Lushan."
Alhasil hingga Kamis (11/7/2024) kemarin, lebih dari lebih dari 480 wisatawan telah lulus tes baca puisi dan menerima tiket gratis masuk destinasi wisata tersebut. Padahal, jika membayar tiketnya untuk sekali masuk harus membayar seharga 160 yuan atau sekitar Rp355 ribu.
Advertisement
Berikut ini adalah bait-bait puisi dari Li Bai, penyair terkenal Dinasti Tang (618-907) itu.
"Gunung Lushan menjulang di Biduk Selatan
Seperti layar yang menembus awan sutra
Bayangannya jatuh ke danau dengan kilau hijau
Dua jajaran gerbang raksasa di atas tanah"
BACA JUGA: Profil 5 Destinasi Wisata Kulonprogo Diajukan Berstatus Geopark Nasional
"Pemandangan yang digambarkan Li Bai kini tak lagi terbatas pada buku; rasanya seperti saya berdiri di sampingnya, mengagumi keindahan Lushan bersama-sama," kata seorang turis berusia 21 tahun bermarga Liu, yang merupakan mahasiswa pascasarjana dari Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, dikutip dari Xinhua.
Liu berhasil menyelesaikan resital dalam waktu kurang dari dua menit, dengan hanya dua kesalahan. "Saya memanfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih sebelum tiba di sini, baik saat masih di atas kereta cepat maupun taksi menuju kesini," katanya.
Inisiatif menarik ini merupakan bagian dari kampanye yang baru-baru ini diluncurkan oleh pemerintahan Jiangxi, yang memungkinkan pelajar di seluruh dunia untuk mendapatkan akses gratis atau diskon ke tempat-tempat wisatanya dengan membacakan puisi-puisi tertentu atau karya klasik lainnya.
Sebanyak 123 tempat indah di Jiangxi telah bergabung dalam kampanye pembacaan puisi ini, yang berlangsung dari 15 Juni 2024 hingga 28 Februari 2025.
BACA JUGA: Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Jiangxi bertujuan untuk memanfaatkan budaya tradisional Tiongkok, yang diwakili oleh puisi-puisi ini, untuk menarik pengunjung dan memperkaya pengalaman perjalanan mereka, kata Kuang Kai, seorang pejabat departemen kebudayaan dan pariwisata provinsi.
"Jiangxi telah lama menjadi negeri yang kaya akan warisan puisi, dengan banyak penyair yang meninggalkan ribuan syair selama berabad-abad," kata Kuang. "Pilihan puisi disesuaikan untuk mencerminkan karakteristik budaya dan pariwisata yang unik dari setiap kota dan tempat wisata."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Xinhua
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Polres Bantul Batasi Radius Takbir Keliling Hanya di Lingkup Kapanewon
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







