Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Jumali
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:17 WIB
Jumali
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan Bunga Sakura. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Festival Sakura 2026 di Arakurayama Sengen Park, Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi, resmi dibatalkan pemerintah kota setempat. Pembatalan ini dipicu meningkatnya pelanggaran etika wisatawan yang dinilai mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga lokal.

Theweathernetwork melaporkan, keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa pekan menjelang musim puncak mekarnya sakura yang biasanya menarik ribuan pelancong mancanegara. Arakurayama Sengen Park selama ini dikenal sebagai lokasi foto ikonik dengan latar Gunung Fuji, pagoda lima lantai, dan hamparan bunga sakura. Namun lonjakan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir memicu berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Advertisement

Seusai melalui evaluasi panjang, pemerintah Fujiyoshida memilih menghentikan agenda tahunan itu demi melindungi hak serta ruang hidup masyarakat setempat. Sejumlah insiden disebut menjadi pemicu utama, termasuk wisatawan yang memasuki properti pribadi tanpa izin serta tindakan agresif saat ditegur petugas taman.

Berikut sejumlah persoalan yang menjadi alasan pembatalan Festival Sakura 2026:

- Gangguan fasilitas umum: wisatawan mendorong anak sekolah dari jalur pejalan kaki sehingga mengancam keselamatan.

- Pelanggaran privasi: turis memasuki rumah warga demi menggunakan kamar mandi.

- Masalah lingkungan: penumpukan sampah berlebihan di area publik yang merusak estetika dan ekosistem.

- Konflik sosial: pelancong bersikap agresif ketika diingatkan soal aturan taman.

- Beban infrastruktur: kepadatan ekstrem memicu kemacetan total di kawasan kota.

Pemerintah kota menilai penyelenggaraan festival resmi justru berpotensi memperburuk gesekan sosial yang telah berlangsung beberapa musim terakhir. Karena itu, pembatalan dianggap sebagai langkah preventif demi menjaga ketenteraman warga.

Meski festival ditiadakan, potensi lonjakan kunjungan mandiri tetap diantisipasi. Otoritas setempat menyiapkan tambahan personel keamanan di titik rawan serta fasilitas toilet portabel untuk mengurangi dampak kepadatan. Dengan meniadakan panggung utama festival, pemerintah berharap arus pengunjung lebih tersebar dan tidak menumpuk di pusat kota.

Musim sakura di kawasan tersebut diperkirakan mencapai puncak pada akhir Maret hingga awal April dengan durasi mekarnya sekitar 10–14 hari. Tradisi yozakura atau menikmati bunga sakura pada malam hari tetap menjadi daya tarik utama Jepang.

Pembatalan Festival Sakura 2026 di Arakurayama Sengen Park menjadi peringatan keras bagi wisatawan global agar lebih menghormati aturan dan adat setempat, demi menjaga keberlanjutan destinasi populer di Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pembakaran Sampah di Sitimulyo-Bawuran Disorot Satpol PP

Pembakaran Sampah di Sitimulyo-Bawuran Disorot Satpol PP

Bantul
| Rabu, 11 Februari 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Penelitian Ungkap Pola Makan Nabati Aman bagi Pertumbuhan Bayi

Lifestyle
| Selasa, 10 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement