Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Newswire
Minggu, 15 Maret 2026 - 20:47 WIB
Sunartono
Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran Batagor Yunus Bandung yang berdiri sejak 1972 jadi buruan pemudik Lebaran, penjualan bisa tembus 5.000 porsi per hari. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, BANDUNG— Pemudik yang melintas di Kota Bandung dapat menyempatkan diri mencicipi salah satu kuliner legendaris daerah tersebut, yakni Batagor Yunus. Usaha kuliner ini telah berdiri sejak 1972 dan hingga kini tetap menjadi tujuan favorit bagi wisatawan maupun pemudik yang mencari oleh-oleh khas Bandung.

Anak pemilik Batagor Yunus, Redi Gunawan, mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh almarhum ayahnya, Yunus, yang mulai berjualan batagor di kawasan Jalan Kopo, Bandung.

Advertisement

“Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,” kata Redi kepada ANTARA di Bandung, Minggu.

Hingga saat ini Batagor Yunus masih beroperasi di lokasi yang sama di Jalan Raya Kopo Nomor 68. Tempat makan tersebut biasanya buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 hingga malam hari.

Menurut Redi, menjelang musim mudik Lebaran permintaan batagor di tempat tersebut cenderung meningkat. Banyak pelanggan membeli dalam jumlah besar untuk dijadikan oleh-oleh saat pulang ke kampung halaman pada perayaan Idulfitri.

“Kalau peak season Lebaran seperti ini biasanya ramai yang beli untuk oleh-oleh. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang order sejak pagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan batagor yang dijual di tempat tersebut cukup praktis untuk dibawa bepergian karena memiliki daya tahan yang relatif lama. Dalam kemasan biasa, batagor dapat bertahan hingga dua hari pada suhu ruang dan sekitar tujuh hari jika disimpan di dalam kulkas.

Sementara itu, jika menggunakan kemasan vakum, batagor dapat bertahan hingga empat hari pada suhu ruang dan sekitar tiga minggu apabila disimpan dalam freezer.

Menurut Redi, tidak sedikit pelanggan yang membawa batagor tersebut ke berbagai daerah bahkan hingga luar negeri.

“Ada yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang bawa untuk oleh-oleh umroh,” katanya.

Pengunjung Batagor Yunus juga datang dari berbagai kota di Indonesia, mulai dari wilayah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta hingga Bali.

Dalam satu hari, Batagor Yunus dapat menjual sekitar 2.000 porsi pada hari biasa. Angka tersebut meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi saat akhir pekan, dan bisa melampaui 5.000 porsi ketika musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru.

Redi mengatakan salah satu hal yang membedakan Batagor Yunus dengan batagor lainnya adalah penggunaan bahan baku yang segar serta proses produksi yang dilakukan langsung di lokasi usaha.

“Untuk bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji itu benar-benar kami jaga kualitasnya. Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor,” ujarnya.

Hingga kini Batagor Yunus masih mempertahankan konsep usaha keluarga dan belum membuka cabang, meskipun telah menerima banyak tawaran kerja sama waralaba.

Adapun harga batagor di tempat tersebut dibanderol sekitar Rp6.000 per potong, sedangkan menu mi baso dijual mulai dari Rp20.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Penumpang DAMRI Jogja Naik 20 Persen Jelang saat Mudik Lebaran

Penumpang DAMRI Jogja Naik 20 Persen Jelang saat Mudik Lebaran

Bantul
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Cara Isi Saldo e-Toll via M-Banking, Praktis untuk Mudik

Cara Isi Saldo e-Toll via M-Banking, Praktis untuk Mudik

Lifestyle
| Minggu, 15 Maret 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement