5 Poin Putusan MK Terkait Gugatan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Ragam gorengan khas Jepang/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Gorengan khas Jepang ternyata banyak ragamnya. Namanya dan cara memasaknya pun berbeda.
Beberapa waktu lalu Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengundang wartawan untuk mengenal lebih jauh ragam dan cara mengolah gorengan Jepang. "Kali ini kami ingin memperkenalkan gorengan yang punya variasi pada kulit atau adonannya," ujar Dubes Ishii, belum lama ini.
Pada kesempatan tersebut, koki Kedubes Jepang Hori Ikuo memperagakan langkah-langkah dan tips memasak gorengan Jepang. Ada beberapa jenis gorengan yang dijelakan.
Jika bicara tentang gorengan khas Jepang, maka umumnya seseorang akan langsung teringat pada "tempura" yakni hidangan yang terbuat dari aneka macam hasil laut atau sayuran yang dibalut dengan campuran tepung terigu, air, dan telur kemudian digoreng dengan minyak sayur.
Makanan yang populer sebagai salah satu makanan terfavorit berdasarkan hasil angket wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Negeri Sakura itu dapat dengan mudah ditemui di restoran-restoran Jepang di Indonesia.
Ternyata selain tempura, Jepang juga memiliki jenis gorengan yang mungkin belum akrab di telinga masyarakat Indonesia seperti kara-age, kaki-age, kawari-age, dan su-age.
Ragam jenis gorengan Jepang tersebut dibedakan berdasarkan cara memasaknya. Masyarakat Jepang menyebut gorengan dengan agemono, age dalam bahasa Jepang berarti goreng.
Koromo-Age
Tempura masuk dalam kategori koromo-age, yaitu gorengan yang dicelupkan dalam adonan tepung basah sebelum digoreng. Umumnya tempura akan ditaburi sedikit garam sebagai bumbu, tidak lama setelah diangkat dari penggorengan.
Kara-Age
Hanya sedikit berbeda dari koromo-age, kara-age juga menggunakan sedikit tepung sebagai pelapis bahan makanan yang akan digoreng, tetapi terlebih dahulu diberi bumbu.
Kaki-Age
Kaki-age adalah jenis gorengan yang cara pembuatannya mirip dengan koromo-age dan kara-age, hanya saja bahan utamanya bukan hasil laut atau daging, tetapi sayuran.
Kawari-Age
Kawari-age menggunakan bahan bukan tepung sebagai pelapis makanan yang akan digoreng. Bahan kering yang bisa digunakan untuk membuat kawari-age adalah potongan kulit lumpia, rice crackers, corn flakes, atau mijinko yakni bahan pelapis gorengan yang terbuat dari beras ketan, bentuknya butiran kecil, dan teksturnya seperti gabus.
Su-Age
Kategori terakhir adalah su-age yakni gorengan yang tidak dibalut dengan apapun sebelum digoreng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta aplikator ojol mengawasi perawatan kendaraan. Pengaduan wajib ditanggapi maksimal tujuh hari
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.