Advertisement

Asyik....Ada Festival Desa Wisata di Sleman

Fahmi Ahmad Burhan
Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 WIB
Bhekti Suryani
Asyik....Ada Festival Desa Wisata di Sleman Sejumlah wisatawan bermain bakiak di Desa Wisata Brayut, beberapa waktu lalu. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pariwisata Sleman menggelar Festival Desa Wisata untuk wadah evaluasi desa wisata yang ada di Sleman. Tahun ini Festival Desa Wisata diikuti 24 desa wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan acara Festival Desa Wisata tahun ini merupakan acara ketiga kalinya. "Ini sebagai bentuk evaluasi dari adanya desa wisata di Sleman," ujarnya pada Jumat (16/11/2018).

Advertisement

Pelaksanaan festival desa wisata sudah dilakukan sebulan yang lalu dengan penilaian dari juri mulai dari Kamis (11/10/2018) sampai Sabtu (10/11/2018). Sementara itu, puncak acara Festival Desa Wisata akan digelar pada Minggu (18/11/2018) di Desa Wisata Kelor, Desa Bangunkerto, Turi. Dalam puncak Festival Desa Wisata nanti, masing-masing peserta akan menampilkan kuliner dan cendera mata khas desa wisata tersebut.

"Desa wisata tersebut dinilai oleh juri baik dari akademisi, pegiat budaya, dan juga konsultan," jelasnya. Setelah dinilai oleh juri tersebut, beberapa desa wisata yang juara akan mendapat penghargaan dan diikutkan dalam Festival Desa Wisata se-DIY.

"Total dari 31 desa wisata yang ada di Sleman, 24 desa wisata jadi peserta di Festival Desa Wisata Sleman ini," kata Ningsih. Ia mengatakan peserta Festival Desa Wisata hanya desa wisata yang masuk klasifikasi tumbuh dan berkembang, sementara yang masuk pada klasifikasi mandiri tidak diikutkan.

Tiap dua tahun sekali Dispar Sleman melakukan klasifikasi terhadap desa wisata. Di tahun ini desa wisata yang masuk pada kategori tumbuh ada 10 desa wisata, berkembang ada 12 desa wisata, dan mandiri ada 9 desa wisata.

Selain itu, tahun ini ada juga 16 desa wisata rintisan yang sedang dilakukan penilaian oleh Dinas Pariwisata Sleman untuk kemudian menjadi desa wisata. "Tentunya kita seleksi, potensinya, atraksi, kunjungan wisatanya harus ada, juga pemberdayaan masyarakat. Kalau sudah bisa jadi desa wisata akan kami beri SK [Surat Keputusan]," ujar Ningsih.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Sujarwati mengatakan dengan adanya Festival Desa Wisata tersebut bisa mendorong semangat saling belajar antar desa wisata. "Saling melihat kekurangan, menunjukkan kreatifitas juga sekalian belajar, dan saling bertukar informasi," ujar Sujarwati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

SIM Keliling Bantul 4 April 2026, Cek Jadwal dan Biaya

SIM Keliling Bantul 4 April 2026, Cek Jadwal dan Biaya

Bantul
| Sabtu, 04 April 2026, 07:07 WIB

Advertisement

Kacang Hitam Dipercaya Membantu Mencegah Anemia

Kacang Hitam Dipercaya Membantu Mencegah Anemia

Lifestyle
| Jum'at, 03 April 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement