Bakpia Crispy, Alternatif Oleh-Oleh dari Jogja

Bupati Sleman Sri Purnomo saat melepas gunungan bakpia crispy usai peresmian pabrik Bakpia Jawara Satoe di Kalitirto, Berbah, Sleman, Minggu (16/12/2018). - Ist/Bakpia Jawara
16 Desember 2018 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Bisnis kuliner di wilayah DIY terus mengalami pertumbuhan. Salah satunya bakpia. Panganan khas Jogja ini pun muncul dengan inovasi baru.

Wahyu Karnadijaya, Manager Distribusi Bakpia Jawara Satoe mengatakan potensi kunjungan wisatawan ke Jogja sangat tinggi. Mereka yang datang ke Jogja biasanya membeli oleh-oleh salah satunya bakpia, baik bakpia basah maupun kering.

"Kami memberikan alternatif oleh-oleh bakpia yang inovatif dan berbeda dengan pada umumnya. Yakni bakpia crispy," katanya dalam rilisnya, Minggu (16/12/2018).

Dia menjelaskan, produksi bakpia tersebut dilakukan menggunakan mesin modern. Alasannya, bakpia crispy diproduksi tanpa kadar air sehingga tahan lama. Ketahanan bakpia jenis ini antara tiga hingga enam bulan. Selain itu, penggunaan mesin untuk memproduksi bakpia dinilai lebih higienis.

"Ini tanpa bahan pengawet dan full mesin dengan kapasitas produksi 10.000 butir perhari untuk seluruh varian," katanya.

Meski menggunakan mesin modern, kata Wahyu, keterlibatan masyarakat untuk bekerja di pabrik tersebut tetap dilakukan. Khususnya di bidang permesinan. "Kami juga merangkul warga sekitar untuk bisa bekerja di sini sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Untuk sementara, kata Wahyu, penjualan bakpia tersebut dilakukan di outlet kawasan penjualan bakpia Patuk di Jalan Jogonegaran, Sosromenduran, Gedontengen, dan juga di Hotel Grand Aston Jogja. "Next kami akan membuka dan bekerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan, hotel dan lainnya di seluruh Indonesia tetapi tetap dengan brand Jogja. Tahun depan kami rencananya akan buka di Bali," katanya.

Wida Putri, Sales Marketing Bakpia Jawara Satoe menerangkan tekstur bakpia crispy dibuat renyah ketika digigit renyah. Adapun pilihan rasanya juga berbeda dengan bakpia lainnya, yakni gurih manis. Salah satunya rasa gula tarik yang dilengkapi dengan wijen dan karamil di dalamnya. "Ini memenuhi alternatif rasa bagi masyarakat. Ada juga yang kacang hijau manis, asin, dan varian gurih sayur yang belum ada di Jogja," kata Wida.

Disinggung soal harga, Wida mengatakan harga bakpia yang ditawarkan mulai Rp15.000 hingga Rp35.000 untuk lima butir tergantung variannya. Harga tersebut dinilai bisa bersaing dan terjangkau, apalagi Bakpia Crispy menjadi salah satu inovasi saat ini.

"Saat ini kami berikan diskon 30 persen untuk seluruh varian termasuk produk nastar," katanya.

Beroperasinya pabrikan bakpia tersebut diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Sri mengatakan keberadaan bakpia crispy tersebut bukan menjadi pesaing baru produk bakpia yang sebelumnya sudah ada. Dia menilai, bakpia crispy bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang ingin sensasi rasa yang berbeda.

"Jadi ini segmennya bisa bertambah. Orang yang selama ini biasanya mengonsumsi bakpia yang ada, sekarang bisa mengkonsumsi jenis yang berbeda," katanya.