Jalan Jogja-Solo Padat Diduga Jadi Penyebab Turunnya Wisatawan di Tebing Breksi

Pengunjung saat menikmati landscape alam di Taman Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kecamatan. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/7/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
17 Juli 2019 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Angka pengunjung Taman Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kecamatan. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat libur lebaran 1440 Hijriah beberapa saat yang lalu mengalami penurunan.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholik Widianto, mengatakan jika pada saat libur lebaran beberapa saat lalu, kunjungan Wisatawan ke Tebing Breksi mengalami penurunan jika dibandingkan libur lebaran tahun 2018.

"Libur lebaran kali ini hanya ada 68.000 pengunjung yang datang ke Breksi," kata Khalik kepada Harianjogja.com, Selasa (16/7/2019).

Khalik menjelaskan, pada saat libur lebaran 2018 lalu, kunjungan wisatawan di Tebing Breksi bisa mencapai 70.000 orang.

"Libur lebaran kali ini karena libur sekolah itu lebih panjang, sedangkan libur lebaran waktunya tidak terlalu panjang," kata Khalik.

Khalik tidak memungkiri akses jalan yang cenderung padat di Jalan Raya Solo-Jogja pada saat momen libur lebaran tahun lalu juga menjadi salah satu faktor menurunnya angka kunjungan di Breksi. "Itu juga menjadi salah satu faktor, padahal jalan menuju Breksi sendiri sebenarnya lancar," ujarnya.

Kepala Desa Sambirejo Mujimin, mengatakan Breksi sendiri dikelola oleh Bumdes Sambirejo. "Pengurus Bumdes ada direktur dan komisaris, dan dikelola oleh delapan orang," ujarnya.

Mujimin mengatakan, dalam rangka untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Breksi, atraksi wisata menjadi salah satu upaya yang dilakukan pengelola. Salah satunya pembangunan homestay. "Total homestay sendiri ada kurang lebih 20 unit," kata Mujimin.

Mujimin menjelaskan, until tarif homestay sendiri dipatok sebesar Rp50 ribu per orangnya. "Contohnya di Balkondes, itu juga menyediakan homestay untuk 3 couple dan satu family room," ujarnya.

Mujimin mengatakan, keberadaan wisata Tebing Breksi sendiri juga menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi warga Sambirejo. "Untuk peningkatan ekonomi sangat signifikan," tutupnya.