Sego Uleng, Lebih dari Sekadar Tiwul

Sego uleng dan pecel khas Pasar Ngingrong. - Instagram @geositengingrong
14 Juni 2021 11:47 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Selain tiwul, ada satu kuliner lain yang perlu dicicipi ketika mengunjungi Gunungkidul. Di Pasar Ngingrong, ada kuliner turunan dari tiwul yang disebut sebagai Sego Uleng.

Sesuai namanya, Sego Uleng merupakan makanan berbahan dasar nasi. Kendati demikian, ia memiliki campuran lain yaitu gaplek.

Dalam seporsi Sego Uleng, beras dan gaplek dicampur dengan perbandingan yang sama. Perpaduan antara beras dan gaplek ini membuat nasi uleng lebih kaya serat dibandingkan nasi biasanya, sekaligus lebih tinggi protein ketimbang gaplek.

Dikutip dari Joglosemarnews, dahulu kala masyarakat setempat mengonsumsi sego uleng ketika persediaan beras menipis. Sehingga, beras pun dicampur dengan gaplek untuk dikonsumsi sehari-hari.

Kini, dalam sepiring nasi uleng sering dipadukan dengan lauk berupa wader atau ikan sungai khas DIY. Tak hanya itu, paduan dengan sayuran seperti pecel maupun gudeg juga tak kalah nikmat.

Perpaduan tersebut membuat menu kaya serat yang sering menjadi pilihan sarapan ini cukup mengenyangkan. Pengalaman menikmati sego uleng akan semakin menarik ketika disajikan tidak dengan piring, melainkan menggunakan daun pisang.

Pasar Ngingrong diluncurkan menjadi Destinasi Digital pada September 2019 lalu. Lokasi yang berlokasi di kawasan Hutan Geosite Ngingrong ini mengusung tema Event Kuliner Berbasis Kearifan Lokal.

Selain sego uleng, beragam variasi menu lain yang ada di Pasar Ngingrong meliputi gudeg, bakso, soto, dan olahan mi. Adapun minuman yang ditawarkan tergolong tradisional seperti jamu, dawet, es degan, dan wedang ronde.

Lapak pedagang pun dikonsep sedemikian rupa sehingga menonjolkan lokalitas. Seperti menggunakan gentong tanah liat dan daun pisang.