Jangan Salah Pilih Musim saat Piknik ke Curug Sidoharjo

Pegowes berfoto di air terjun kecil yang ada di sekitar Air Terjun Sidoharjo. - Instagram @agussusilofr68
31 Juli 2021 10:57 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Seperti pada air terjun pada umumnya, daya tarik Curug Sidoharjo ini berasal dari aliran air yang jatuh dari atas tebing. Jika musim kemarau, debit air menipis sehingga aliran air yang jatuh tak begitu banyak. Kolam bening di bawahnya pun akan surut airnya dan tak bisa digunakan untuk berendam.

Untuk itu, wisatawan disarankan berkunjung pada pertengahan musim penghujan. Niscaya, debit air yang tumpah dari atas tebing lebih melimpah. Ketinggian tebing yang mencapai 75 meter itu membuat pengunjung merasa tertimpa percikan air.

Siapapun akan betah bermain air di kolam air terjun itu sepuasnya. Namun, jika debit air terlalu deras, maka pengunjung diharapkan berhati-hati dan tidak memaksakan diri bermain air di bawah alirannya.

Jika ingin berkunjung, maka waktu yang tepat ialah pada pagi hari. Wisatawan akan merasakan udara sejuk di kawasan air terjun yang dikelilingi pepohonan yang masih asri itu.

Menariknya, tak hanya ada satu air terjun di sana. Dalam perjalanan menuju Curug Sidoharjo, wisatawan akan melintasi jalan setapak dan menemukan sebuah air terjun kecil tanpa nama.

Tak setinggi Curug Sidoharjo, air terjun itu hanya memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Meski begitu, lokasinya pun tetap cocok dijadikan spot beristirahat dan melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ke curug utama yang dituju.

Selama perjalanan, meski pandangan mata tertutup lebatnya pepohonan, tetapi sayup-sayup wisatawan akan mendengar suara air terjun yang deras. Sembari berjalan kaki, Anda bisa mengamati sejumlah bunga liar di sekeliling jalan setapak. Anda pun bisa menjumpai kera berekor panjang yang berkeliaran di sekitaran curug.