Advertisement

Pesona Wisata Khas Tionghoa Ini Cocok Dikunjungi Saat Liburan Imlek

Lajeng Padmaratri
Jum'at, 20 Januari 2023 - 11:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Pesona Wisata Khas Tionghoa Ini Cocok Dikunjungi Saat Liburan Imlek Pertunjukkan Wayang Potehi di Kelenteng Hong Tiek Hian. / Instagram okintari

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek biasanya berlangsung selama lima belas hari. Untuk merasakan suasananya yang meriah, berkunjung ke sejumlah destinasi wisata khas Tionghoa bisa menjadi pilihan.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Tak heran, banyak destinasi maupun bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi untuk berwisata dalam suasana Imlek. Semarak aksesori berwarna merah yang menghiasi setiap bangunan pun bisa menjadi spot swafoto yang menarik.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kelenteng Hong Tiek Hian

Jika mengunjungi Surabaya, maka sempatkan mampir ke Kelenteng Hong Tiek Hian untuk menonton pertunjukkan Wayang Potehi. Tak hanya ketika Imlek, setiap hari Wayang Potehi dipentaskan di sini.

Kelenteng yang berada di Pabean Cantikan, Surabaya Utara ini disebut sebagai kelenteng tertua di Surabaya. Pentas Wayang Potehi sudah dimulai sejak 1960. Setiap harinya, pertunjukkan berlangsung selama 2 jam.

Cerita yang disajikan berasal dari kisah klasik China, seperti legenda dinasti-dinasti. Wisatawan pun tak perlu khawatir lantaran pentas pertunjukkan boneka tradisional asal Fujian China ini menggunakan bahasa Indonesia.

Museum Tjong A Fie

Rumah dengan gaya arsitektur Eropa, China, dan Melayu yang berpadu dalam satu rumah bisa ditemukan di rumah Tjong A Fie. Berlokasi di Medan, rumah seluas 8.000 meter persegi itu kini menjadi destinasi wisata yang menarik.

Rumah ini dimiliki Tjong A Fie sebagai salah satu tokoh Tionghoa di Medan. Dibangun sekitar tahun 1900, gaya arsitekturnya dibuat saling berpadu menyesuaikan tamu Tjong A Fie yang berasal dari berbagai latar belakang kala itu.

Sebagian rumah ini masih ditempati anak cucu Tjong A Fie. Namun, sebagian yang lain sudah dijadikan museum sejak 18 Juni 2009. Wisatawan bisa datang setiap hari dan membayar tiket masuk sebesar Rp35.000.

Kelenteng Tien Kok Sie

Berkunjung ke Surakarta tak akan lengkap jika tidak mampir ke Kawasan Pasar Gede Solo. Di sebelahnya, berdiri kelenteng tertua di Indonesia yaitu Kelenteng Tien Kok Sie.

Kelenteng yang diperkirakan dibangun sejak 1745-1748 itu masih berdiri hingga saat ini. Hampir semua struktur bangunannya masih asli, mulai dari dua arca singa penolak bala (Ciok Say) yang berjaga di luar gerbang, hingga pilar-pilar kayu jati yang menyangga kuda-kuda berhiaskan ukiran naga.

Meski diapit oleh ruko-ruko di kawasan pasar, namun kelenteng itu tetap menarik perhatian dengan warna merahnya. Selain jadi tempat ibadah Tridharma, banyak pula wisatawan yang hadir ke kelenteng ini untuk berswafoto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemahaman tentang Kanker Akan Turunkan Risiko Kematian

Sleman
| Senin, 06 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

35 Tahun ke Atas Dinilai Berisiko, Usia Berapakah yang Baik untuk Promil?

Lifestyle
| Selasa, 07 Februari 2023, 03:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement