Advertisement
Resmi Dibuka, Ini Wahana Solo Safari Zoo yang Dahulu Taman Taru Jurug
Ilustrasi satwa. - Reuters/Beawiharta
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Solo Safari Zoo telah resmi dibuka pada Jumat (27/1/2023) dengan sejumlah fasilitas dan wahana yang ada.
Meski baru soft opening dari pembangunan tahap I dan mencapai 70%, namun fasilitas dan wahana yang ada di Solo Safari Zoo sudah dikatakan lengkap.
Advertisement
Dari laman resmi Solosafari.id, disebutkan sejumlah fasilitas yang ada di antaranya Makunde Restoran yang merupakan restoran terbuka dan berdekatan dengan kandang singa.
Kemudian, fasilitas lain yakni foodcourt, toko suvenir, panggung terbuka dan sebagainya.
Sementara, sejumlah wahana di Solo Safari Zoo, yakni Keeper Talk, Elephant Show, Primate Island, dan beberapa wahana lainnya.
Ketua Yayasan Konservasi Marga Satwa Indonesia, Agus Santoso, menyebutkan keseluruhan satwa di Solo Safari berjumlah 87 spesies, 400 ekor dengan 97 satwa dilindungi.
Baca juga: Menengok Lava Bantal, Destinasi yang Dahulu Hanya Jadi Objek Penelitian Mahasiswa
Beberapa koleksi spesies merupakan satwa endemik dan beberapa lainnya satwa yang terancam punah.
“Solo Safari ini bukan lagi kebun binantang biasa, tetapi ini adalah lembaga konservasi dimana salah satu tujuannya melakukan breeding atau memperbanyak satwa saat ini,” jelas dia.
Solo Safari dibangun tanpa pembiayaan dari APBD, bekerja sana dengan pihak ketiga atau investor-investor baik di dalam maupun luar Kota Solo.
Agus berharap Solo Safari menjadi ikon wisata Kota Solo yang bisa menyumbang pendapatan dan peningkatan ekonomi daerah.
“Sehingga bisa memberi dampak kepada para petani rumput, petani umbi-umbian, petani pisang, dan sayur-sayuran yang terserap [menjadi makanan] satwa,” jelas dia.
Fasilitas dan wahana Solo Safari Zoo lainnya yakni satwa-satwa dari endemik Asia dan Afrika. Satwa otentik Asia seperti rusa timor, niglai, tapir, hingga blackbuck. Kemudian, jenis satwa afrika di Solo Safari meliputi zebra, sitatunga, watusi, dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Tanda Sepele di Feses Anak Bisa Jadi Alarm Dini Pencernaan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








