BMKG: MJO Picu Pertumbuhan Awan Hujan di DIY, Wilayah Utara Harus Waspada
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Kendaraan mengantre masuk ke dalam kawasan wisata Kaliurang, Sleman, Kamis (6/6/2019).-Harian Jogja/Yogi Anugrah.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan wisata ke Sleman masih belum mencapai puncaknya meski tren kunjungan termasuk tinggi.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menyebut jika kunjungan wisata di Sleman masih belum mencapai puncaknya. Panjangnya masa liburan dan masih adanya libur Hari Buruh membuat puncak kunjungan wisata di Sleman kemungkinan bergeser di akhir pekan nanti.
"Ini belum [puncaknya], masih belum sampai peak season-nya. Masih pada muter-muter syawalan jadi ini mungkin belum sampai puncaknya. Kemarin di Kaliurang sudah ada peningkatan tapi belum seperti yang kita harapkan," tegasnya.
Ishadi memperkirakan masih ada wisatawan yang berlibur sampai pekan drpan. Namun puncak kunjungan wisatawan berpotensi terjadi di sekitar 1 Mei 2023 di libur Hari Buruh. "Mungkin sampai di hari itu, sekalian ambil cuti di pasca lebarannya," tuturnya.
Baca juga: Liburan, Ini Rekomendasi 2 Tempat Wisata Baru di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi
Jika ditinjau dari preferensi destinasi wisatanya, mayoritas wisatawan masih menjadikan Candi Prambanan, Kaliurang, Tebing Breksi dan Obelix Hills sebagai jujukan utamanya. "Masih sama untuk wisata di Sleman masih didominasi di lereng Merapi, Candi Prambanan, Breksi dan Obelix masih menjadi pilihan utama wisatawan," tegasnya.
Sementara untuk desa-desa wisata dikunjungi wisatawan dengan minat khusus, wisatawan yang ingin live in. Berdasarkan catatan Ishadi kunjungan wisata di Merapi pada Sabtu (22/4/2023) lalu setidaknya ada 2080 orang. Sementara pada Minggu (24/4/2023) ada sekitar 3869 wisatawan yang berkunjung ke Merapi. Jumlahnya terus meningkat.
Sebelumnya, Ketua BPC PHRI Sleman, Joko Paromo tingkat hunian hotel atau okupansi mengalami kenaikan. Jika okupansi pada 20-22 April 2023 di Sleman di kisaran 35 persen, tidak berselang lama, kenaikan okupansi hotel terjadi pada 23 April 2023 dengan angka mencapai 75 persen.
"Periode 20-22 April ini masih sepi, okupansi itu kisaran masih 35 persen. Tetapi di satu sisi tanggal 23 April itu sudah naik menjadi kurang lebih 68-75 persen untuk hunian. Jadi naiknya dimulai tanggal 23 April itu okupansi hotel bagus," terangnya dihubungi pada Selasa (25/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis pagi. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
APPDI mengingatkan perusahaan agar menyesuaikan perjanjian transfer data lintas negara dengan UU PDP dan konteks pemrosesan data.
Cristiano Ronaldo mengungguli Lionel Messi dalam voting BOAT. Prestasi Ronaldo bersama Manchester United pada musim 2007/08 menempati posisi pertama.
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, petir di sejumlah kota, serta gelombang laut setinggi 2,5 meter.
Harga emas Pegadaian Kamis 29 Oktober 2026, Antam 1 gram Rp2.609.000, Galeri 24 Rp2.499.000, dan UBS Rp2.524.000.