Yuk Agendakan ke Festival Keraton 2018, Nonton Karapan Sapi dan Parade Tong Tong

Festival Keraton - Antara
29 September 2018 16:35 WIB newswire Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Tahun ini Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) bakal digelar di Sumenep (Pulau Madura), Jawa Timur.  

Nantinya, festival yang akan digelar pada 27 Oktober-31 Oktober ini akan menghadirkan berbagai unsur budaya Sumenep seperti Kirab Keraton, pameran benda pusaka keraton, Karapan Sapi hingga parade Tong-Tong akan mewarnai festival.

"Ada Kirab Keraton. Setiap malam akan ada pagelaran seni budaya setiap keraton," ujar Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Raden Ayu Yani Soekotjo dalam Sosialisasi FKMA 2018 di Jakarta, belum lama ini.

Tak sebatas budaya Sumenep saja, festival ini juga menghadirkan budaya dari wilayah lain seperti Bali, yang akan menampilkan Ogoh-ogoh dan mobil hias lengkap dengan penarinya. Band-band lokal juga akan meramaikan penyelenggaraan festival yang tahun ini memasuki tahun kelima itu.

"Kami mengundang 150 kerajaan. Setiap kerajaan mengirim tim kesenian dan kirab. Ada 200-300 kesenian. Sampai saat ini, rata-rata mengirimkan 200 orang," kata Yani.

Selain itu, ada pameran naskah-naskah kuno dan produk-produk kreatif di kawasan festival yang terpusat di sekitar keraton Sumenep.

Pemilihan Sumenep sebagai tuan rumah kali ini salah satunya karena di wilayah ini keratonnya masih terjaga dan terawat sampai sekarang.

"Dari 307 kerajaan, kami sudah sortir, yang punya keabsahan silsilah hanya 58 di nusantara, yakni lengkap ada istana, lambang pusaka, garis keturunan, raja dan sultan yg dikukuhkan. Di Jogja ada dua, di Solo ada dua. Di Jawa Timur yang masih lengkap itu di Sumenep. Semua kelengkapan keraton masih terjaga baik," kata Yani.

Selain kerajaan dari nusantara, Yani mengatakan, ada juga perwakilan dari negara lain yang sudah mengonfirmasikan kehadiran mereka dalam festival antara lain Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Di sisi lain, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumenep, mengatakan, FKMA bisa menjadi ajang pengenalan seni dan adat Kabupaten Sumenep pada masyarajat luas. Hal ini sejalan dengan pencanangan Visit Sumenep 2018 yang juga mempromosikan warisan budaya di sana seperti keraton dan karapan sapi.

Sumber : Antara