Tunggu Perkembangan, Sebagian Museum di Sleman Tetap Buka

Foto ilustrasi: Pengunjung melihat koleksi di Museum Jogja Kembali. - Antara
17 Maret 2020 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Berbeda dengan wisata Candi yang memilih tidak beroperasi untuk mencegah penyebaran virus Corona, untuk museum di Sleman sebagian masih beroperasi.

Museum Gunung Merapi (MGM) Sleman misalnya, memilih untuk tetap beroperasi meskipun sebagian lokasi wisata di Sleman tutup. Meski tetap beroperasi, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, pengelola MGM sudah dilengkapi dengan fasilitas hand sanitizer bagi para pengunjung.

"Untuk Senin ini (kemarin) kami memang tutup, tapi besok (hari ini) kami tetap buka sambil menunggu perkembangan," kata Kepala Tata Usaha UPT MGM, Ari Triyono saat dihubungi Senin (16/3/2020).

Hal senada disampaikan Kabag Umum Museum Monjali Yudi Pranowo. Menurut Yudi, hingga Senin (16/3/2020) belum ada keputusan untuk menutup operasional museum Monjali.

"Keputusannya akan kami rapatkan besok (hari ini). Untuk sementara kami Masih beroperasi sambil menunggu perkembangan. Beberapa museum masih buka," katanya.

Berbeda dengan kedua museum tersebut, Humas Museum Ullen Sentalu, Isti Yunaida memastikan jika museum Ullen Sentalu ditutup sementara mulai 16 Maret hingga 30 Maret mendatang. Kebijakan tersebut diambil demi mengikuti arahan dari pemerintah.

"Ya mengikuti anjuran pemerintah agar kegiatan dilakukan di rumah. Semua yang sudah reservasi sudah kami surati," kata Ida.

Menurut Ida, sejatinya kondisi museum secara umum aman. Hanya saja penutupan operasional museum lebih pada upaya untuk merawat koleksi yang dimiliki museum. "Meskipun kami tutup, untuk staf-staf tetap masuk. Mereka mengerjakan tugas-tugasnya karena koleksi harus tetap dirawat," katanya.

Wisata Candi
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) tetap memberikan pelayanan kepada wisatawan Taman Wisata Candi. "Kami tetap membuka pelayanan dengan melakukan pembatasan area kunjungan bagi wisatawan," kata Direktur Utama PT. TWC Edy Setijono.

Pengunjung, kata Edy hanya dapat menikmati keindahan candi dari zona II yang berada di kawasan Taman Wisata Candi. Beragam fasilitas menarik tetap bisa diakses wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini. “Kami membuat kebijakan dengan pertimbangan keputusan dari pemerintah di mana Taman Wisata Candi akan tetap dibuka dengan pembatasan area kunjungan bagi wisatawan," katanya.

Selama dua minggu ke depan (16 s.d 29 Maret 2020), katanya, wisatawan tidak diperkenankan naik ke area Candi. Terkait dengan kebijakan ini, pihaknya akan terus mengevaluasi kondisi sesuai dengan perkembangan kebijakan pemerintah daerah.

"Kebijakan ini kami ambil supaya tidak ada kepanikan yang berlebihan. Kita menjaga agar kondisi pariwisata di DIY maupun Jawa Tengah tetap kondusif. Tentunya dengan tetap siaga dan waspada," katanya.