KABAR WISATA: Ke Tamansari, Mengintip Kemegahan Taman Raja di Masa Lalu

Kawasan Tamansari. - Instagram/@wisata_tamansari_yogyakarta.
07 November 2020 21:57 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jika ingin berlibur sembari mendapatkan pengetahuan tentang sejarah Jogja di masa lalu, maka Tamansari bisa menjadi alternatif tujuan anda. Taman air yang menjadi taman Raja Kraton Ngayogyakarta di masa lalu dan sangat megah ini bisa dinikmati sembari jalan-jalan.

Sekedar untuk diketahui Tamansari merupakan istana air yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada 1758 Masehi, bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M. Bangunan yang ada di Tamansari terdahulu berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid dan lorong bawah tanah. Total area ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bisa dibayangkan betapa indahnya Tamansari Ketika itu, bahkan sisa-sisanya pun masih bisa dinikmati saat ini.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Sensasi Bersepeda Blusukan Kampung

Berdasarkan laman kratonjogja.id, desain Tamansari didasarkan pada gagasan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kemudian desian teknisnya dikerjakan oleh seorang arsitek berkebangsaan Portugis yang kemudian dikenal sebagai Demang Tegis. Pimpinan proyek pembangunan Tamansari kala itu dipegang oleh Tumenggung Mangundipuro yang kemudian digantikan oleh Pangeran Notokusumo.

Tamansari sendiri didirikan di atas sebuah mata air yang dikenal dengan nama Umbul Pacethokan. Di kompleks Tamansari terdapat dua danau buatan, berada di sisi timur dengan pulau buatan di tengahnya yang bernama Pulo Gedhong dan berada di sisi barat dengan pulau buatan di tengahnya yang bernama Pulo Kenanga.

Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI tepatnya 1867, terjadi peristiwa gempa besar yang meruntuhkan bangunan di Yogyakarta. Kompleks bangunan Tamansari mengalami kerusakan yang cukup parah. Hingga kemudian kawasan ini banyak dihuni permukiman penduduk.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Bukit Paralayang, Tempat Romantis untuk

Secara adiministratif tempat wisata ini berada di Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja. Untuk menuju ke lokasi pun sangat mudah, jaraknya dari Kraton Jogja tidak lebih dari satu kilometer. Anda bisa melewati Jalan Kauman kemudian sampai di simpang empat menuju Jalan Ngasem atau kea rah Pasar Ngasem, lalu berbelok ke timur atau ke kiri menuju ke Jalan Taman. Jika anda telah melewati jalan yang di kanan dan kiri ada tembok besar pertanda sudah hampir sampai di pintu masuk kompleks tersebut.

Seperti diunggah di akun Instagram @wisata_tamansari_yogyakarta tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp5.000, sedangkan wisatawan asing Rp15.000. Jika ingin melakukan foto khusus dikenakan biaya, seperti foto prewedding Rp250.000, foto session Rp150.000, foto prosuk Rp500.000. Sedangkan untuk parkir antara Rp2.000 hingga Rp5.000.

Setelah berjalan-jalan di sekitar area dalam Tamansari, pengunjung bisa melewati perkampungan warga. Banyak berbagai souvenir khas yang disajikan oleh warga setempat seperti batik dan berbagai jenis oleh-oleh khas Jogja.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Hilangkan Stres Ke Bendung Lepen

Sejak pandemi kawasan wisata ini dibuka pada 8 Juli 2020 lalu dengan menerapkan protokol ketat. Salah satunya masyarakat yang ingin berkunjung harus memindai QR Code untuk mempermudah tracing saat kasus Covid-19 ditemukan.

“QR Code ini bisa diunduh di aplikasi ponsel, tujuannya untuk memudahkan dilakukan tracing Ketika ada kasus,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi