Destinasi Baru, Puncak Saka Tawarkan Keindahan Alam

Kulonprogo kini memiliki destinasi wisata baru bernama Puncak Saka yang berada di dusun Klajoran, kalurahan Tanjungharjo, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo. Suguhan pemandangan sawah dari perbukitan menjadikan destinasi wisata baru ini dijuluki 'bukit bintangnya' Kulonprogo. Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
15 Desember 2021 09:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Wisata Share :

Harianjogja.com, NANGGULAN--Kulonprogo kini memiliki destinasi wisata baru bernama Puncak Saka yang berada di dusun Klajoran, kalurahan Tanjungharjo, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo. Suguhan pemandangan sawah dari perbukitan menjadikan destinasi wisata baru ini dijuluki 'bukit bintangnya' Kulonprogo.

Pengelola Puncak Saka, Mangun Riadi, mengatakan puncak saka adalah sebuah manifestasi dari keinginannya memiliki tempat tongkrongan dengan harga terjangkau dengan pemandangan alam. Puncak Saka sendiri berlokasi di perbatasan antara kapanewon Nanggulan dan Girimulyo.

"Konsep kita memang tempat tongkrongan dengan pemandangan alam ya. Pengunjung bisa menikmati makanan maupun minuman dengan harga terjangkau dengan pemandangan alam seperti sawah, perbukitan, dan di sebelah utara ada Gunung Merapi dan Merbabu," kata Riadi saat dikonfirmasi pada Selasa (14/12/2021).

Dari kota Wates, Puncak Saka bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Lokasinya tak jauh dari selokan Kalibawang. Motor maupun mobil bisa masuk ke tempat nongkrong asik yang menawarkan pemandangan alam yang indah ini.

"Pembangunan Puncak Soka ini memakan waktu sekitar 11 bulan. Total lahannya sekitar 4.000 meter. Nama Puncak Soka sendiri berasal dari bukit Soko Gelap. Kita jadikan bukit yang tadinya jarang dilalui oleh warga menjadi tempat nongkrong asik," jelas Riadi.

Dikatakan Riadi, Puncak Soka sendiri menawarkan sejumlah makanan seperti Ingkung, aneka olahan makanan Jawa maupun minuman yang terdiri dari wedang Soka Gelap, jahe, dan lime squash. Harganya sendiri terjangkau ya dari kisaran harga Rp10.000 sampai dengan Rp20.000.

"Pengunjung yang datang ke Puncak Saka sendiri sudah lumayan ya walaupun kami baru buka belum genap satu bulan. Kita terbantu dengan review pengunjung yang datang ke sini. Kita juga punya Instagram @puncaksaka," sambung Riadi.

Riadi sendiri memberdayakan sumberdaya lokal sebagai karyawannya. Karang taruna setempat juga diberdayakan sebagai pengelola parkir. Total karyawan yang dimiliki oleh Puncak Soka belasan orang.

"Yang bekerja di Puncak Saka sendiri seluruhnya berasal dari warga setempat. Menu-menu yang ada di sini kan berasal dari wilayah setempat. Kita punya ruangan indoor maupun outdoor. Pengunjung tinggal pilih tempat mana yang asyik untuk nongkrong," ujarnya.

Rindangsari Pujiningtyas, 23, warga dusun Kenteng, kalurahan Kembang, kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, mengatakan Puncak Soka sendiri mempunyai pemandangan layaknya bukit bintang yang ada di Gunungkidul. Ia sendiri terinspirasi untuk datang karena melihat postingan di Instagram.

"Saya enggak bosan sih untuk datang kedua kalinya. Saya ke sini sama teman-teman. Pemandangannya juga asik sih. Ini recommended banget buat warga di Kulonprogo maupun warga di luar Kulonprogo. Asik banget sih tempatnya. Harga makanan maupun minumannya juga terjangkau," terang Rindangsari.