Pabrik Briket Batok Kelapa di Karanganyar Terbakar
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Para pendaki Gunung Lawu. Mendaki gunung butuh tips tertentu agar aman./Harian Jogja-M136-Daffa Firdaus Najati
Harianjogja.com, JOGJA—Mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas cukup berat yang butuh tips tertentu. Selain menyusuri jalan yang menanjak, pendaki juga membawa beban perlengkapan yang dibutuhkan saat mendaki.
Mendaki gunung membutuhkan persiapan yang matang, khususnya bagi para pemula. Pendakian tidak dapat disepelekan begitu saja, mengingat kegiatan ini cukup ekstrem dan berada di alam luas, penting bagi pendaki untuk mempersiapkan diri. Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan saat mendaki bagi pemula:
BACA JUGA: Mendaki Gunung Tidar, Wisata Sehat dan Menenangkan di Masa Pandemi
Medan gunung yang berat serta cuaca gunung yang berubah-ubah mengharuskan pendaki untuk mempersiapkan fisik dan mental. Sebelum mendaki, calon pendaki dianjurkan untuk olahraga minimal dilakukan satu minggu sebelum mendaki, karena selain agar terbiasa dengan kegiatan fisik, olahraga juga membuat badan lebih sehat dan bugar.
Mental juga penting untuk disiapkan, karena pendaki harus siap dengan apapun yang akan dihadapi ketika mendaki nanti. Pendaki pemula harus memahami bahwa mendaki itu tidaklah mudah, maka jangan sampai ketika di tengah perjalanan menyerah dan merepotkan rekan pendakian lainnya.
Mencari informasi merupakan upaya mengenali gunung apa yang akan didaki. Mencari informasi dapat dilakukan dengan cara bertanya kepada pendaki yang lebih berpengalaman atau mencari informasi lewat internet. Dengan informasi yang telah didapat, pendaki jauh lebih siap dengan medan gunung yang akan dihadapi.
Dengan memilih medan gunung yang mudah dan tidak terlalu ekstrem, pendaki pemula dapat lebih menikmati pengalaman pendakian pertama.
Mengingat gunung memiliki suhu yang rendah, pendaki pemula dapat menyiapkan perlengkapan pribadi seperti pakaian hangat, jaket, kaos kaki, sarung tangan, sleeping bag, jas hujan dan obat-obatan pribadi. Pakaian hangat diperlukan untuk mencegah terjadinya hipotermia. Dianjurkan juga untuk mendaki menggunakan sepatu, karena mendaki menggunakan sepatu lebih aman daripada menggunakan sandal, sepatu akan menghindari segala resiko kaki lecet.
BACA JUGA: Medsos Heboh Pemuda Lolos Pendakian Gunung Merapi di Masa Erupsi, Begini Respons TNGM
Selain perlengkapan pribadi, ada juga perlengkapan tim yang harus diperhatikan yaitu seperti tenda, alat masak, dan logistik. Membawa logistik secukupnya saja agar tidak berlebihan dan membuat beban bawaan semakin berat.
Untuk pendaki pemula, jangan mendaki dengan pendaki pemula juga. Usahakan mendaki dengan orang yang sudah berpengalaman mendaki gunung. Hal ini dikarenakan orang yang berpengalaman lebih paham terhadap apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan di gunung. Terlebih, orang yang berpengalaman dapat mengarahkan dan mendampingi pendaki pemula dalam melakukan pendakian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Bareskrim Polri menyita 300 dokumen ekspor dan memeriksa 87 kontainer terkait dugaan pelanggaran ekspor komoditas fatty matter.
Simak jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 26 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Kementerian Pariwisata mengusulkan bebas visa bagi tujuh kelompok wisatawan berdasarkan jumlah kunjungan, belanja wisata, dan keberlanjutan pasar.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 26 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.