GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Pardal menunjukkan kondisi Kedung Pengilon saat ini, Rabu (10/8/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL — Kedung Pengilon merupakan salah satu dari ratusan wisata alam di Bantul.
Dibuka untuk wisata sejak 2009, kedung yang terletak di Petung, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, ini banyak dipercaya memiliki kekuatan magis.
Dikelilingi hutan jati dan beberapa permukiman penduduk, Kedung Pengilon mendapatkan sumber air dari mata air di sekitar kedung tersebut. Air di Kedung Pengilon terlihat berwarna biru karena dipengaruhi batuan wadas biru di bawahnya.
Dengan kedalaman sekitar 7 meter di musim kemarau, Kedung Pengilon biasa digunakan untuk berenang atau memancing. Di hari biasa, kedung ini nampak sepi dan menenangkan. Hanya gemercik aliran air yang terdengar.
Anggota Pokdarwis Petung, Pardal menceritakan tak sedikit orang dari luar daerah yang datang ke lokasi tersebut untuk ritual ngalap berkah.
"Terutama pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon," ujarnya, Rabu (10/8/2022).
Mereka yang melakukan ritual itu banyak yang datang dari luar daerah, bahkan dari luar pulau Jawa.
"Biasanya datang jam 12.00 WIB malam, pulang jam 03.00 WIB. Saya tahu karena parkir motornya di depan rumah," kata dia.
Uniknya, ritual ngalap berkah semakin ramai ketika memasuki musim pemilu atau pileg.
"Kemaren banyak dari Sumatera, Kalimantan. Yang dari Kulonprogo kemaren tahu-tahu syukuran di sini," kata dia.
Walau tidak menjamin tujuannya tercapai, namun ada juga mereka yang ngalap berkah dan mendapatkan apa yang diinginkan.
"Soal berhasil dan tidaknya, tidak tahu. Tapi kemungkinan juga ada yang berhasil," ungkapnya.
Ia menceritakan di Kedung Pengilon ini dulu Sri Sultan HB IX sering datang untuk menyepi. Dari cerita masyarakat juga disebutkan burung milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang hilang tiba-tiba ditemukan di Kedung Pengilon.
Beberapa cerita mistis juga kerap muncul seperti adanya suara orang bercakap-cakap, namun setelah dicari tidak ditemukan sumber suaranya. Ada pula cerita seorang pria mengenakan baju lurik duduk di dekat kedung, lalu dengan cepat menghilang ke dalam hutan.
Terlepas dari cerita-cerita mistis itu, Kedung Pengilon tetap ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan atau liburan. Sebelum pandemi di tempat itu juga sering dijadikan lokasi makrab dan camping mahasiswa.
"Semenjak pandemi belum ada lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Vinicius Jr resmi memperpanjang kontrak bersama Real Madrid di tengah rumor transfer ke Arsenal. Kesepakatan tercapai usai negosiasi dengan klub.
AS menyatakan jalur sementara di Selat Hormuz akan dibuka tanpa izin maupun biaya. Iran dan Oman disebut hampir merampungkan kesepakatan pelayaran.
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Prediksi Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026. Simak head to head, prediksi skor, susunan pemain, dan skenario Garuda lolos semifinal.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memerintahkan audit dugaan nakes menghina pasien BPJS. Hasil investigasi Inspektorat Kemenkes ditargetkan rampung pekan ini.