Advertisement

Kethak, Camilan Langka asal Bantul, Begini Resep dari Pembuatnya

Ujang Hasanudin
Sabtu, 10 September 2022 - 01:07 WIB
Arief Junianto
Kethak, Camilan Langka asal Bantul, Begini Resep dari Pembuatnya Sulastri, 65, saat menunjukan minyak kelapa dan kethak dari hasil olahan kelapa di rumahnya di Dusun Mangiran, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Jumat (9/9/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Bagi masyarakat Bantul dan sekitarnya, camilan bernama kethak mungkin tidak asing, meski saat ini camilan dari ampas santan kelapa itu sudah jarang ditemukan di pasaran.

Salah satu pembuat kethak yang masih eksis ada di Dusun Mangiran, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Sulastri, salah satu yang masih melestarikan pembuatan camilan kethak. Sejak 1980-an, nenek berusia 65 tahun itu masih setia untuk membuat kethak dan dijual di beberapa pasar di wilayah Srandakan, tetapi ada juga yang datang untuk membeli ke rumahnya.

Dia masih membuat kethak karena masih menjalankan usaha minyak kelapa asli atau Virgin Coconut Oil (VCO) yang dilakukan sejak turun temurun.

Cara membuat kethak, kata Sulastri, cukup sederhana. Hanya memanfaatkan ampas dari santan kepala. Awalnya kelapa dibelah, kemudian dicuci dan direndam selama satu hari. Kemudian kelapa yang sudah direndam dan dipotong-potong itu diparut. Hasil parutan kelapa diperas dan diambil santannya.

BACA JUGA: Bingung Cari Tempat untuk Quality Time? Artotel Yogyakarta Punya Jawabannya

Santan itu kemudian dipanaskan menggunakan api dalam gentong. Setelah 2-3  jam kemudian diangkat dan dimasukkan dalam mesin penyaring. Cairan hasil saringan kemudian menjadi minyak kepala murni. Sementara ampasnya digunakan untuk membuat kethak.

 “Proses pembuatannya seperti membuat wajik. Jadi awalnya gula jawa dipanaskan di dalam wajan berukuran besar sampai cair. Selanjutnya kethak [ampas santan kepala yang sudah terpisah dari minyak] dimasukkan ke dalam wajan itu dan diaduk selama empat jam. Mengaduknya tidak boleh berhenti, nanti gosong,” kata Sulastri, saat ditemui di rumah produksinya, Jumat (9/9/2022).

Advertisement

Setelah matang adonan kethak kemudian diangkat dan didinginkan. Setelah itu kemudian dibentuk kecil-kecil dalam plastik dan siap dijual. Sepintas rasanya mirip wajik, tetapi tidak kenyal dan lembut saat digigit dan ada rasa gurihnya.

Menurut Sulastri, dari 500 biji kelapa bisa menghasilkan 47-50 kilogram minyak kelapa dan 27 kilogram kethak. Dari 27 kilogram kethak itu menghasilkan 1.500 butir kethak siap makan. Harganya Rp1.000 per biji atau Rp10.000 per 11 biji. Kethak itu kemudian ia jual ke pasaran di sekitar Srandakan, tetapi banyak juga orang yang datang ke rumahnya untuk membeli.

Kethak ini camilan seperti wajik. Tapi sekarang sudah jarang ditemukan. Mungkin di sini hanya saya yang membuat,” katanya.

Advertisement

Dalam sehari ia bisa membuat kethak 1.500 biji dari 27 kilogram kethak.

Selain minyak dan kethak yang laku dijual, produksi berbahan kelapa itu ampas kelapanya juga laku Rp80.000 dari 500 biji kelapa, bahkan batok kelapanya juga laku dijual Rp20.000 untuk dibuat berbagai suvenir.

Disinggung soal omzet harian, Sulastri enggan menyebutkannya. Namun hasil minyak kepala dijual per liter Rp22.000 dan getak Rp1.000 per biji dari total 1.500 biji per hari. Untuk resepnya turun temurun, “Awalnya simbah saya yang bikin usaha ini, kemudian saya ikut mulai usia 20 tahun sampai sekarang,” ucapnya.

Dia pun berharap anaknya nanti bisa melanjutkan usahanya tersebut. 

Advertisement

untuk bahan dasar kelapa sendiri, Sulastri mengaku tidak kesulitan. Selama ini ia mendapat pasokan kelapa dari wilayah DIY dan jawa Tengah. (Ujang Hasanudin)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

72 Festival di Jogja Hasilkan Ratusan Miliar Rupiah, Regulasi Kerap Jadi Penghambat

Jogja
| Minggu, 27 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Lifestyle
| Minggu, 27 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement