Indonesia Negara Maritim, 90% Travelernya Belum Pernah Naik Kapal Pesiar

Salah satu kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (9/10/2015) - Bisnis/Feri Kristianto
06 November 2018 07:05 WIB Asteria Desi Kartika Sari Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kapal pesiar menawarkan sensasi berbeda dengan menawarkan kunjungan ke lokasi atau pulau-pulau baru, serta atraksi-atraksi menarik di atas kapal. Selain menikmati pemandangan samudra luas, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan angkasa berbintang dari tengah laut dengan keindahan tak tertandingi.

Pengalaman yang sulit dilupakan oleh anak, remaja bahkan orang tua juga dapat dinikmati di atas kapal pesiar. Pasalnya, beragam hiburan atau aktivitas tersaji.Tidak mengherankan gaya liburan tersebut semakin diimpikan para traveler.

Berdasarkan survei yang dilakukan PT Dwidaya World Wide atau Dwidayatour terhadap 1.200 traveler Indonesia yang terbagi dalam kategori konsumen pada tiga rentang usia Gen Z (18-23tahun), Gen Y (24-41 tahun) serta Gen X (42-52 tahun), sebanyak 90% responden mengungkapkan belum pernah menikmati liburan di kapal pesiar.

VP Commercial Dwidayatour Hendriyapto mengatakan sebanyak 72% responden dari generasi Z mengakui, mereka menyediakan bujet kurang dari Rp10 juta per tahun untuk liburan. Sementara hanya 20% yang mengalokasikan bujet Rp10-20 juta per tahunnya.

Pada generasi Y, sebanyak 39% responden menyediakan anggaran kurang dari Rp10 juta per tahun. 32% dari mereka menganggarkan Rp10-20 juta per tahun untuk liburan. Sebanyak 27% responden dari generasi X mengalokasikan dana liburan Rp10-20 per tahun, dan 24% menyediakan kurang dari Rp10 juta per tahun. Secara umum, 49% wisatawan Indonesia menyediakan kurang dari Rp10 jutaper tahun dan 28% mengalokasikan Rp10-20 juta per tahun untuk liburan.

Wisata dengan kapal pesiar bisa dibilang menjadi liburan impian traveler Indonesia. Sebanyak 52% responden menyatakan ingin menikmati liburan di samudra dengan kapal pesiar. 90% responden menyatakan belum pernah naik kapal pesiar. Menariknya, pilihan liburan ini ternyata menndominasi semua kelompok usia.

“Liburan dengan kapal pesiar memang sedang menarik perhatian wisatawan. Mereka ingin menikmati liburan dan atraksi-atraksi menarik di tengah samudra, dan merasakan pengalaman baru yang jarang ditemukan saat berwisata di daratan,” ujar Hendriyapto.

Sebanyak 79% responden menyatakan, alasan mereka belum pernah menikmati kapal pesiar karena faktor harga yang relatif mahal. Tetapi, mereka yang ingin menikamati pengalaman yang berbeda dengan kapal pesiar mencapai 71%. “Mereka tetap memimpikan liburan dengan kapal pesiar ini,” katanya.

Berdasarkan riset,sebanyak 40% generasi Z lebih lebih menyukai liburan dengan kapal pesiar selama 6-8 hari, generasi X 47%)dan generassi Ysebanyak 44% lebih memilih 3-5 hari.

Dari sisi fasilitas, internet merupakan fasilitas utama yang paling diharapkan eksis dalam kapal pesiar, atau sebanyak 77%, disusul dengan fasilitas lain yang diminati adalah pool & jacuzzi serta suite & balcony cabins. Bahkan generasi Z ingin berlibur di kapal pesiar bersama keluarga juga mendominasi sebesar 48%.

“Kami juga dapat memberikan saran, tentang fasilitas kapal pesiar dan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan cara ini konsumen dapat menikmati liburan impian mereka sesuai bujet, waktu serta pengalaman yang mereka ingin rasakan di kapal pesiar,” tambahnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi mengatakan potensi besar bagi Indonesia memiliki kapal cruise untuk mengantarkan wisatawan mancanegara dan nusantara untuk berkeliling di Indonesia.

Dengan memiliki kapal cruise, nantinya akan menyumbang pada kunjungan wisman dan wisnus sekitar 10% dari target kunjungan wisatawan.

Potensi kunjungan ke Indonesia yang besar, lanjutnya, juga didukung dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah seperti pengembangan pelabuhan untuk bisa menampung kapal cruise yang berkeliling di Indonesia.

Selain itu, pemerintah diharapkan segera membebaskan pajak barang mewah untuk kapal yatch sehingga semakin membuat Indonesia menarik dikunjungi oleh wisman. Dia mengatakan saat ini Indonesia baru memiliki 150 kapal, sejenis kapal Pinisi.

“Kami baru berusaha menaikan jumlah yatch, atau jumlah kapal yang lebih banyak. Kami sedang meminta supaya pengusaha-pengusaha bisa memiliki kapal itu dengan catatatn tanpa harus membayar pajak barang mewah, sehingga bisa beli kapal dan menyewakannya,” papar Didien.

Ketua Umum Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar juga berharap ke depan terdapat kapal cruise milik Indonesia yang dapat membawa wisatawan berkeliling. Dia mengatakan kapal cruise masih banyak didominasi oleh agen asing.

“Peminat memang banyak, tapi untuk di Indonesia starting kapalnya itu tidak banyak, kebanyakan di Singapura dan Thailand. Karena start-nya bukan dari Indonesia kita rugi besar,” jelas Asnawi.

Menurut Asnawi, meskipun terdapat beberapa kapal pesiar yang masuk Indonesia, namun spending mereka terhadap Indonesia sangat sedikit karena yang menikmati Singapura atau negara yang memiliki cruise.

Dia berharap infrastruktur wisata bahari Indonesia, khususnya kapal pesiar dapat berkembang untuk mempercepat jumlah wisatawan yang masuk di Indonesia. Pasalnya, menurutnya setiap tahun peminatnya selalu bertambah. “peminatnya memang banyak, tapi kami berharap bukan orang Indonesia yang naik, tapi kami harap kapal pesiar itu banyak membawa wisatawan luar negeri. Karena mereka bisa sekali datang membawa 2000-3000 penumpang,” tambahnya.

Sumber : Bisnis.com