Tebing Breksi Makin Nge-hits, Wisatawan Meningkat Dua Kali Lipat

Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
07 Mei 2019 10:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Wisata Share :


Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah objek wisata di kabupaten Sleman mengalami kenaikan dari sisi kunjungan wisatawan menjelang bulan suci Ramadan 2019 ini.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholik Widianto, mengatakan perbandingan dengan tahun kemarin mengalami pengunjung mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan di tahun 2019

Pada Jumat (3/5/2019) pengunjung yang mendatangi objek wisata tebing Breksi mencapai 4.703. Sedangkan, pada Sabtu (4/5/2019) kedatangan pengunjung menembus angka 5.317, kemudian pada Minggu (5/5/2019) pengunjung masuk ke Breksi 2.624.

"Untuk kedatangan wisatawan pada sesi menjelang puasa pada 2018 hanya separuhnya dari tahun 2019 ini," katanya.

Dia mengatakan, omzet selama tiga hari menjelang puasa Ramadan 2019 tersebut menembus angka Rp70 juta-an.

Terkait dengan penambahan atraksi wisata di tebing Breksi, Kholik mengatakan untuk penambahan atraksi masih dalam koordinasi dengan koordinator yang ada di Tebing Breksi

Kendati demikian, penambahan infrastruktur fasilitas umum (fasum) seperti persiapan kantong parkir sebelum hari libur lebaran, perbaikan jalan utama menuju Tebing Breksi, penambahan tempat sampah, penambahan rambu rambu menuju tebing breksi ia dan jawatannya harapkan bisa diwujudkan oleh pihak terkait.

Menyambut bulan Ramadan ini, Kholik mengatakan untuk event khusus selama Ramadan masih dalam pembahasan koordinator Breksi.

"Namun untuk event lebaran sudah dibuatkan seperti acara #ba'da3 dan syawalan di Tebing Breksi," ungkapnya.

Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

Sejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.

Setelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jeep Sisi Barat, Dardiri, mengatakan untuk kedatangan wisatawan menjelang bulan suci Ramadan tahun ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan tahun yang lalu.

"Alhamdullilah, bisa untuk perbaikan bulan puasa untuk menyambut lebaran untuk para driver," katanya.

Sampe hari Sabtu (4/5/2019) kemarin pengunjung masih di atas 5.000 wisatawan, namun mulai Minggu sudah mengalami penurunan.

Dardiri mengatakan, untuk omzet sendiri selama tiga hari mulai dari Jumat (3/5) sampai Sabtu (4/5/2019) berkisar Rp350 juta hingga Rp400 juta.

"Semua Jeep kalau puasa seperti ini dilakukan perbaikan atau cek kendaraan untuk menyambut lebaran," ungkapnya.

Terkait dengan atraksi wisata tambahan untuk wisata Jeep, Dardiri mengatakan untuk saat ini dirasa belum ada tambahan untuk atraksi, khususnya untuk jeep wisata lava tour.